Ekonomi Featured Kalbar 

Ekonom Bhima Yudhistira Prediksi Transaksi E-Commerce 2018 Tembus Rp 100 Triliun

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira memperkirakan transaksi e-commerce di 2018 akan tembus Rp100 triliun.

Namun diakuinya bicara infrastruktur digital di daerah Kalimantan penetrasinya baru berkisar 10 persen.

“Jangankan bicara e-commerce bisnis pun masih didominasi Indonesia bagian timur. Sehingga ini yang kita tekankan bahwa infrastruktur digital harus terus didorong. Kedua kita ingin UMKM mempunyai porsi didalam e-commerce. Saat ini 95 persen barangnya impor, sedangkan porsi produk dari UMKM masih dibawah 5 persen masih kecil,” ujar Bhima pada Rabu (17/1/2018).

–– ADVERTISEMENT ––

Baca: Jejak Cinta Baim Wong dan Prisia Nasution di Kota Singkawang

Bhima mengatakan seharusnya retail modern sudah mempunyai regulasi, misalnya memberdayakan produk lokal. “Kita ingin peraturan e-commerce 20 persen misalkan harus produk UMKM. Itu yang harus ditingkatkan pemerintah agar UMKM dalam e-commerce dapat bersaing. Share e-commerce 2018 bisa tembus 3 persen dari total e-commerce nasional. Nilai transaksi diprediksi bisa menembus Rp100 triliun,” ujarnya.

Saat ini diakui Bhima 56 persen ekonomi Indonesia didorong oleh konsumsi rumah tangga. Pada 2018 diakuinya banyak sekali stimulus karena tahun politik dan peredaran uang akan meningkat 10 persen. Artinya akan ada uang ke daerah dan belanja produktif yang meningkatkan daya beli di masyarakat.

“Penopang kedua investasi, kita harsapkan masih cukup positif. Asing memang mengurasi sedikit tetapi investasi domestik masih akan dominan. Kalbar ditopang ekspor komoditas sehingga perekonomiannya 2018 diprediksi tumbuh 7 persen,” ujarnya.

Artikel Terkait

Leave a Comment