Kalbar Pontianak 

Kopdar PSM Kalbar, Umat Harus Bersatu Melawan Islamphobia

Kopdar PSM Kalbar diwarung kopi yudisial jalan Irian no.41 Pontianak. Jum’at (15/12/2018)/dra

Pontianak, PH – Persatuan Sarjana Melayu (PSM) salah satu organisasi sayap POM Kalbar menggelar kopdar bertemakan “melawan Islamphobia” diwarung kopi yudisial jalan Irian no.41 Pontianak. Jum’at (15/12/2018)

Eko Prasetyo, wakil ketua PSM Kalbar sekaligus ketua panitia acara mengatakan bahwa dialog ini pada dasarnya hanya ingin melihat bagaimana Islamphobia ini berkembang dan bagaimana cara untuk melawannya.

“Dari dialog ini kita sudah mendapatkan gambaran secara garis besar tentang Islamphobia tersebut dan semoga kedepannya umat Islam bisa bersatu untuk bersama melawan Islamphobia yang ada saat ini” jelas Eko Prasetyo.

Sementara itu, Agus Setiadi ketua POM Kalbar mengatakan bahwa kopdar ini merupakan suatu bentuk diskusi untuk memperjelas tentang Islamphobia. “Yang mana praktek Islamphobia ini sudah lama dilakukan oleh pihak-pihak luar kepada umat Islam di seluruh dunia” jelas Agus Setiadi.

Perlakuan ini juga terjadi di Indonesia, dimana pihak luar melakukan berbagai cara untuk menghambat perkembangan Islam di Indonesia dan dengan berbagai cara supaya generasi muda Islam jauh dari nilai-nilai keislaman yang sebenarnya.

“Sehingga orang menjadi takut untuk menunjukkan keislamannya , orang menjadi takut untuk berteriak takbir, orang juga takut untuk menunjukkan simbol-simbol keislamannya dan itulah yang terjadi selama ini” tegasnya.

Pemerintah seharusnya lebih bijak untuk melihat hal ini dan tidak mudah terjebak akan permainan dari pihak luar maupun permintaan dari pihak luar.

Selain itu, pemerintah juga harus mampu memilih paham apa yang harus dikembangkan dan paham apa yang harus dimusnahkan dari negeri ini , seperti paham radikal dan terorisme.

“Saya sangat setuju sekali jika paham ini dihilangkan dari Indonesia, dan jangan sampai paham-paham seperti ini masuk ke Indonesia, karena paham-paham ini sungguh sangat berbahaya untuk NKRI” lanjutnya.

Juga termasuk paham-paham yang menyeleweng dan menganggap ajaran tersebut paling hebat dan benar, itu juga merupakan paham yang salah dan tidak boleh ada serta masuk ke Indonesia.

“Pemerintah harus sadar, jika paham ini dibiarkan begitu saja maka paham inilah yang akan membuat Indonesia perang saudara seperti yang terjadi dibeberapa negara timur tengah dan itu yang tidak kita inginkan” tukasnya.
(dra)

Artikel Terkait

Leave a Comment