Pontianak 

Bupati Sambas Tegaskan Mahasiswa Harus Tetap Jaga NKRI

Bupati Kabupaten Sambas, Atbah Romin Suhaili menghadiri Tabligh Akbar yang digelar mahasiswa Kabupaten Sambas sekaligus menjadi penceramah dalam kegiatan tersebut. Foto by (dra)

Pontianak – Asrama Mahasiswa Sambas mengadakan Tabligh Akbar bertajuk “Merajut Ukhuwah Untuk Menggapai Insan Yang Rahmatan Lil’alamin” di Auditorium Universitas Tanjungpura, Sabtu (8/12/2018).

Kegiatan ini juga diikuti oleh ratusan mahasiswa Kabupaten Sambas dan juga dihadiri langsung oleh Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili.

Ketua panitia, Sintong Panjaitan mengatakan bahwa kegiatan Tabligh Akbar ini merupakan agenda besar tiga asrama Kabupaten Sambas di Pontianak yaitu Pantai Utara, Tsafioeddin, dan Muare Ulakkan.

Sintong juga mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah ajang silaturahmi antar mahasiswa Kabupaten Sambas. “Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai persaudaraan antar Mahasiswa Kabupaten Sambas,” jelasnya.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili yang berkesempatan hadir dalam acara ini mengatakan bahwa mahasiswa memiliki inisiatif yang luar biasa untuk membangun nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan, terutama mahasiswa kabupaten Sambas

“Diharapkan kedepannya acara seperti ini semakin berkualitas dan bisa memberikan pesan dukungan terhadap percepatan pembangunan di Kabupaten Sambas” jelas Atbah Romin Suhaili.

Selain itu Atbah juga berpesan kepada para mahasiswa menjelang tahun pesta politik peranan mahasiswa diharapkan mampu untuk berkontribusi dalam menjaga kenyamanan, keamanan, ketentraman serta ketertiban di masyarakat serta bisa menjauhi segala macam hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan proses demokrasi dinegara ini.

“Jangan sampai ada saling menghina, saling menghujat, saling menyebar berita bohong, kebencian antar sesama, serta black campain. Kita adalah satu bangsa yang dipersatukan oleh Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dan ini semua kesepakatan kita” tegas Atbah.

Perbedaan hanya ada pada pilihan caleg maupun capres dan hanya dalam waktu sekian detik saja, tetapi sebelum dan sesudah itu kita tetap satu dengan didasari empat pilar kebangsaan tersebut.

“Tetap pererat hubungan silaturahmi antar sesama anak bangsa, dan jangan pernah ikut berkontribusi dalam urusan memecah belah bangsa, dan harus tetap diingat dalam hati bahwa NKRI itu harga mati” tutupnya. (dra)

Artikel Terkait

Leave a Comment