Pontianak 

KPPAD : 65 Kasus Anak Dalam Setahun Terakhir

Eka Nurhayati (tengah) didampingi komisioner KPPAD saat menggelar konferensi pers, Senin 17/12/2018 //dra

Pontianak,PH – Dalam kurun waktu kurang lebih 8 bulan, KPPAD Kalimantan Barat telah menangani 65 kasus terlaporkan dan 25 kasus langsung tanpa terlapor.

Mulai dari kasus kekerasan fisik, kekerasan psikis, kejahatan seksual, anak berhadapan dengan hukum, trafficking, hak kuasa asuh, perlindungan khusus penculikan dan anak hilang, napza, hiv-aids, pekerja anak di bawah umur, pornografi, hak sipil, hak anak kebutuhan khusus dan cyber.

Yang paling banyak didalam tahun 2018 yaitu kasus kejahatan seksual dan hak kuasa asuh dalam total ini yang terlaporkan ada 11 kasus kejahatan seksual dan hak kuasa asuh 26 pengaduan.

Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati mengatakan bahwa KPPAD menetapkan 2 sistem pengaduan yaitu sistem pengaduan secara resmi yang mana para pelaku lapor datang langsung ke KPPAD Kalimantan Barat. “Yang kedua pengaduan berdasarkan informasi dari masyarakat yang nama pelapornya kami rahasiakan yang mana kami langsung jemput bola” jelas Eka Nurhayati. (17/12/2018)

KPPAD juga berharap seluruh masyarakat dapat mengawal dan membantu kinerja KPPAD, guna proses perlindungan dan pengawasan anak di Kalimantan Barat dapat berjalan dengan baik dan lancar terutama anak-anak dibawah umur.

“Yang mana mereka memiliki hak secara sepenuhnya untuk materi, kenyamanan, keamanan dan perlindungan hak atas hukum yang diatur oleh undang-undang yang telah ditetapkan” lanjutnya.

KPPAD Kalimantan Barat menjalankan tugas semaksimal mungkin sesuai tupoksi yang ada sebagai fungsi perlindungan dan pengawasan. “Untuk itu kami sampaikan ada dua kasus yang belum terselesaikan yaitu kasus penjabulan tiga bersaudara dan yang kedua kasus anak korban asusila” lanjutnya.

Selain itu masalah hak kuasa asuh anak sangat banyak dan ada dua yang belum terselesaikan. “Tetapi kami anggap ini sudah ditutup karena melalui proses mediasi yang panjang dan sudah diserahkan kepada pengadilan agama untuk menyelesaikannya” tegasnya.
(dra)

Artikel Terkait

Leave a Comment