Pontianak 

Pokja Rumah Demokrasi Harapkan Debat Selanjutnya Lebih Menarik

Nonton bareng yang diadakan Pokja rumah demokrasi di kafe Daon Lebar, Sepakat 1 Ahmad Yani Pontianak, (17/01/2019)//dra

Pontianak,PH – Pokja Rumah Demokrasi menggelar nonton bareng debat perdana capres dan cawapres pemilu 2019 di kafe Daon Lebar Jalan Sepakat 1 Ahmad Yani, Pontianak. Kamis, (17/1/19)

Nonton bareng tersebut dihadiri kurang lebih 50 orang mahasiswa berbagai universitas di Pontianak serta para alumni mahasiswa yang tak ingin ketinggalan momen langka ini.

Setelah melihat jalannya debat yang dilakukan oleh para capres dan cawapres, Giat Anshorahman ketua Pokja Rumah Demokrasi turut mengomentari jalannya debat.

Giat menilai dari semua pembicaraan yang dilakukan oleh setiap capres masih menerawang sehingga jalannya debat dinilai tidak menarik.

“Dalam debat tersebut, tidak ada satupun data yang disuguhkan oleh setiap calon, sehingga pemilih belum bisa menyimpulkan secara objektif siapa sebenarnya yang lebih baik” jelas Giat.

Mulai dari data korupsi, pelanggaran HAM, kasus hukum hingga terorisme tidak ada dipaparkan kepada publik. “Bagaimana mana mereka menyelesaikan kasus jika mereka tidak mempunyai data, seharusnya data tersebut disampaikan” tambahnya.

Data-data tersebut bisa untuk meyakinkan pemilih, sehingga para pemilih bisa menilai secara objektif dan membuat pemilih menjadi lebih cerdas dengan data-data tersebut.

Giat menambahkan hasil dari debat ini seharusnya tidak penting fokus untuk pendukung paslon satu atau dua. “Yang terpenting adalah bagaimana membuat masyarakat menggunakan hak pilih mereka dengan sebaik-baiknya” tambahnya.

Ada hal lebih penting lagi yang ditambahkan oleh Pokja Rumah Demokrasi yakni kemampuan masyarakat meredem cuitan publik setelah berdebat seperti media sosial.

KPU juga perlu mempertegas kembali atas sangsi yang dilaksanakan saat debat berlangsung seperti menjatuhkan pasangan calon lain, sehingga debat ini lebih berkualitas dan benar adu gagasan bukan adu emosi semata.

“Untuk kedepannya setiap paslon jangan terlalu banyak retorika yang tidak penting, fokus pada penyampaian visi misi dan program sehingga apa yang diharapkan masyarakat dari hasil debat ini bisa tersampaikan dan debat lebih menarik” tutupnya.
(dra)

Artikel Terkait

Leave a Comment